Ini Akhir Kisah Dilan dan Milea

20.31 Made Marianda 7 Comments


 
Setelah membaca Novel Dilan, Dia adalah Dilanku Tahun 1990 yang terbit perdana pada 2014, dan Novel Dilan, Dia adalah Dilanku Tahun 1991, yang terbit tahun 2015, dan juga Novel Milea, Suara dari Dilanmuncul  Agustus 2016 lalu, gue bahkan kita semua bakal tau gimana akhir kisah mereka, iya Dilan dan Milea. 

Gue amat menyukai Novel ini, berawal dari tahun 2014 beberapa bulan setelah Novel Dilan, Dia adalah Dilanku Tahun 1990 terbit dimana gue dapat rekomendasi dari salah satu kakak senior gue waktu sekolah. Darisana gue mulai mengenal Dilan dan Milea.





Jujur gue kurang suka baca, tapi untuk buku karya Pidi Baiq gue gak punya alasan untuk tidak mau baca bukunya. Dan Novel Dilan dan Milea ini berhasil ambil perhatian besar buat gue. And i'm done, gue udah baca ketiga Novelnya. Berhasil, Pidi Baiq berhasil buat gue terbawa suasana ceritanya, dari buku itu gue bernostalgia dan baper. Iya, baper sebaper-bapernya..

Gue suka Dilan, gue suka Milea.
Gue suka Pidi Baiq, Ayah.

Dilan, Dia Adalah Dilanku 1990
Di Novel yang pertama ini menceritakan awal kisah Dilan dan Milea. Cerita bagaimana mereka berkenalan, bagaimana cara Dilan mendapatkan hati Milea dengan cara yang hanya Dilan yang bisa. Singkatnya di Novel pertama ini isi cerita lebih bernuansa senang dan ceria, sampai pada endingnya adalah Dilan dan Milea berpacaran melalui dokumen perasaan yang di materaikan dan ditandatangani oleh mereka berdua di warung bu Eem.

Dilan, Dia adalah Dilanku 1991
Di Novel bagian kedua dengan perasaan yang amat patah dan sakit gue harus bilang kalau disini diceritakan Dilan dan Milea putus. Dimana Milea tidak mau Dilan bergabung dengan geng motor. Padahal Dilan sudah meyakinkan bahwa senakal-nakalnya anak geng motor, mereka sholat pada waktu praktek ujian agama. Oke skip, di Novel kedua ini jauh berbalik dengan Novel pertama yang menurut gue disana ceritanya menyenangkan. Di Novel ini adalah letak patahnya hati sang pembaca.. hampir rasanya gue nangis baca kisah Dilan dan Milea yang nyatanya harus tidak lagi sama-sama.

Milea, Suara dari Dilan 
Di Novel ketiga kali ini Dilan yang bersuara tentang hatinya, karena di seri ketiga ini cerita mengambil dari sudut pandang seorang Dilan. Disini kita bakal tau apa yang sebenernya Dilan rasain dan seperti apa sesungguhnya Dilan dari sisi yang lain. 

Dari kisah Dilan dan Milea ini gue jadi merasa diyakinkan bahwa gak semua kisah yang indah harus happy ending. Karena sakit betul ketika kita semua harus tahu bahwa Milea pada akhirnya harus menikah dengan lelaki lain, bukan Dilan. Dan pada Novel kedua ini adalah isi cerita seorang Milea yang sedang menceritakan seorang Dilan, pria yang ia pernah cintai dulu. Ah alamak:')

Lalu, Dilan siapa perempuan yang menemanimu saat itu di pemakaman? Apa dia Milea yang baru? Apa dia baik? Apa kamu sudah mencintainya seperti sore dulu yang kamu memberi tahu telah mencintai Milea?

Salam untuk Dilan..
Salam untuk Milea..





7 komentar:

  1. Akhir dari cerita nya gk asik, kecewa lah pkonya

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Iya
    Coba akhirnya bahagia,tapi teteplah punya drama perpisahan dulu baru balikan
    Itu pasti bagus����

    BalasHapus
  5. Klu gk happy ending gak mau nonton lanjutannya

    BalasHapus
  6. Balasan
    1. Iya ada, di Dilan 1991 dan Milea.

      Hapus